Browsing Category

Street photography

Artikel, Street photography,

Apa Itu Street Photography ?

Ruang publik yang dimaksud di sini tidak terlepas dari “Jalanan” saja, tetapi dalam artian yg lebih luas, misalkan di cafe, mall, pasar, taman, dan sebagainya. Point of interest (subject) yg dimaksud di ruang publik tidak terlepas dari orang saja, melainkan hal-hal lain yg kerap berada di ruang publik, seperti peristiwa, benda-benda (element), cuaca, bayangan, pedesaan dan sebagainya.

 

Thomas Leuthard

Thomas Leuthard

Menurut Thomas Leuthard, “street photography hanyalah dokumentasi kehidupan di depan umum dengan cara yang jujur”.  Street photography menggunakan sebuah teknik dari ( straight photography atau pure photography# ) yang di dalamnya menunjukkan suatu visi atau tujuan yang murni dari suatu hal seperti cerminan dari kondisi masyarakat.

Street Photography bisa sebagai foto dokumentasi, foto seri, ataupun foto tunggal. Kalau berbicara sejarah, mungkin sulit kapan Street Photography di temukan, tetapi Street Photography mulai populer ketika kamera dengan film 35mm ditemukan (kira-kira pada tahun 1930-an), kamera yg kecil, ringan, cepat, dan mudah dibawa kemana-mana. Sejak itulah Street Photography mulai berkembang dan populer.

 

Henry Cartier Bresson

Henry Cartier Bresson

Salah satu fotografer yang mempunyai peranan penting dalam dunia street fotografi salah satunya Henri Cartier Bresson. Dia adalah salah satu master of photographer dari Ferancis yang terkenal dari dengan karya-karya documenternya,liputan kehidupan nyata, foto-foto yg kental dengan decisive moment (Kejadian yg kebetulan) dan sebagainya.

Beberapa kriteria Street Photography:

1. Foto di ruang publik (tempat umum)
2. Keadaan/kejadian yang tidak dibuat-buat, melainkan spontanitas, tetapi bisa jadi kedaan yang di harapkan, ataupun keadaan/kejadian yang kebetulan (decisive moment).
3. Tema yang dibahas merupakan kehidupan sehari-hari yang terjadi di ruang publik, apakah itu perilaku orang, lingkungan, keadaan, cuaca, dan lain sebagainya.
4. Membuat rangkaian cerita dari aktifitas sehari-hari atau membuat cerita dengan memanfaatkan aktifitas sehari-hari, seperti foto seri, foto liputan (dokumentasi).
5. Orang yang dipotret tidak ditampilkan sebagai seorang individu, melainkan sebagai tokoh anonim dari situasi “jalanan” secara umumnya.

Kenapa kita perlu memahami karakteristik tersebut? karena banyak sekali yang bertanya kepada saya tentang definisi dan perbedaan fotografi jalanan dan human interest bahkan sampai travel dan portrait fotografi. sehingga disini saya akan sedikit memaparkan perbedaan antara street fotografi dengan human interest.

Beda street photography dengan portrait : Portrait photography berusaha untuk mengeluarkan karakter/sifat subjek foto, biasanya dipose atau dipengaruhi oleh fotografer dan backgroundnya diatur sedemikian rupa.

Beda street photography dengan human interest : Human interest photography bertujuan untuk menimbulkan empati dari yang melihat foto, misalnya merasa kasihan, merasa ingin membantu, atau ikut senang, sedangkan tujuan street hanya untuk menangkap momen secara spontan yang lebih mengedepankan nilai artistik dan point of interest.

Beda street photography dengan dokumentasi liputan : Tujuan dokumentasi / fotojurnalis adalah memotret hal-hal yang mengandung unsur berita/feature dan biasanya ditayangkan di media cetak/elektronik. Subjek dokumentasi biasanya sudah ditentukan. Fotografer biasanya sudah memiliki daftar apa saja yang akan difoto. Foto dokumentasi tidak se-spontan street photography.

Refrensi:
https: // desaindigital.com/2010/11/16/.mengenal-street-photography/
https: //id.wikipedia.org/wiki/Fotografi_jalanan
http: //fotografi.upi.edu/home/6-keahlian-khusus/street-photography
http: //tipsfotografi.net/belajar-fotografi-memotret-jalanan-atau-street-photography.html